Minggu, 20 Maret 2011

Tata Cara Pembukaan Dan Penutupan Latihan Tapak Suci

Berikut ini adalah tata upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan latihan TAPAK SUCI yang diterapkan di seluruh tempat latihan TAPAK SUCI.

Susunan Acara Pembukaan:
1. Persiapan
Peserta latihan berkumpul di tempat upacara pembukaan, membentuk barusan (banjar ataupun saf), diatur oleh seorang Pemimpin Kelompok yang berdiri di depan, tengah.
2. Pendahuluan
Upacara dimulai. Pemimpin Kelompok berdiri di sisi paling kanan dari Peserta Latihan. Peserta latihan disiapkan oleh Pemimpin Kelompok.
3. Inti Acara
- Hormat TAPAK SUCI
- Sikap Duduk Berdoa
- Doa Pembukaan
- Berdiri
- Hormat TAPAK SUCI, dilanjutkan dengan Ikrar Anggota TAPAK SUCI
- Hal-hal yang disampaikan pada Pembukaan Latihan.
- Membaca Bismillahirrahmaanirrahim.
- Acara latihan dimulai (barisan dibubarkan/tidak dibubarkan, sesuai keperluan).

Susunan Acara Penutupan:
1. Persiapan
Peserta latihan berkumpul di tempat upacara penutupan, membentuk barisan (banjar ataupun saf), diatur oleh seorang Pemimpin Kelompok yang berada di depan.
2. Pendahuluan
Upacara dimulai. Pemimpin Kelompok berdiri pada sisi paling kanan dari Peserta Latihan. Barisan disiapkan oleh Pemimpin Kelompok.
3. Inti Acara
- Hormat TAPAK SUCI
- Sikap Duduk Berdoa
- Doa Penutupan
- Berdiri
- Hormat
- Hal-hal yang disampaikan pada Penutupan Latihan.
4. Penutupan
- Pembacaan Kafaratul Majlis.
- Barisan dibubarkan, dengan
- Berjabat tangan, diawali oleh Pemimpin Kelompok, disusul oleh seluruh Peserta Latihan, kemudian oleh seluruh Perangkat Upacara. Selengkapnya...

Ikrar Anggota Tapak Suci Putera Muhammadiyah




Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Asyhaduanlaailaaha illallaah,
Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah.
Radhiitu billaahi robba,
Wa bil Islaami diina,
Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula

Ikrar Anggota
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

  1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata
  2. Mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran.
  3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
  4. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
  5. Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan.
  6. Dengan IMAN dan AKHLAQ saya menjadi kuat, tanpa IMAN dan AKHLAQ saya menjadi lemah.
Laa hawla wa laa kuwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiim
Selengkapnya...

Selasa, 15 Maret 2011

Macam Senjata Di Tapak Suci

Senjata Khas TAPAK SUCI adalah Senjata Segu (Serba Guna), yang diciptakan oleh Pendekar M.Barie Irsjad, belafaz "Muhammad". Sebagai perguruan yang melestarikan seni budaya bangsa yang luhur, TAPAK SUCI merupakan perguruan pencak silat yang juga melestarikan seni beladiri bersenjata. Teknik permainan senjata ini dilestarikan dan dikembangangkan masing-masing oleh para anggota TAPAK SUCI di pusat maupun di daerah. Senjata khas beladiri itu diantaranya Pisau, Golok, Toya, Rante, Tekken, Clurit, Pedang, Trisula, Double-stick, Kerambit, Pecut, dan Keris. Selain itu, TAPAK SUCI secara serius mengembangkan permainan senjata yang merupakan tradisi TAPAK SUCI, yaitu Senjata Alif, Segu, Golok Mawar, Tombak Naga, dan Kipas. Senjata tradisi ini dipelajari sebagai dasar dari senjata jenis lainnya. Sebagai contoh, permainan Golok Mawar dapat diaplikasikan untuk permainan senjata keris beladiri. Selengkapnya...

Jurus-jurus Dalam Tapak Suci

Sebelum resmi berdiri, jurus-jurus khas TAPAK SUCI pada awalnya diberi nama dengan nomor, seperti Jurus 1, 2, dst. Setelah TAPAK SUCI dideklarasikan di tahun 1963, jurus-jurus itu diberi nama dengan nama-nama flora dan fauna. Dasar penamaan ini agar senantiasa mengingat kebesaran Allah yang berkuasa menciptakan segala mahluk. Selain itu hal ini mengandung arti bahwa jurus TAPAK SUCI yang kosong akan sama halnya dengan tumbuhan dan hewan, yang hanya memiliki naluri dan hawa nafsu, tanpa memiliki akal dan budi pekerti, tanpa memiliki Iman dan Akhlak.
Terdapat 8 (delapan) jurus khas di dalam TAPAK SUCI, yaitu:

  1. Jurus Mawar
  2. Jurus Katak
  3. Jurus Naga
  4. Jurus Ikan Terbang
  5. Jurus Lembu
  6. Jurus Rajawali
  7. Jurus Merpati
  8. Jurus Harimau
Kedelapan Jurus ini diaplikasikan untuk Permainan Tangan Kosong maupun Bersenjata, baik untuk kegunaan olahraga, seni, maupun beladiri. Setiap Jurus ini memiliki Sikap Awal, yaitu sikap awal pesilat yang mendahului setiap permainan jurus. Selengkapnya...

Jenjang Ketingkatan sabuk

Tingkat Sabuk pada Perguruan TAPAK SUCI terdiri dari 15 (lima belas) tingkat, yang terbagi dalam 3 gugus jenjang besar yaitu: SISWA, KADER, dan PENDEKAR.
Jenjang SISWA
Warna Dasar Sabuk: Kuning Medium
Ukuran: L=8 cm. P=2,5 m
Warna Dasar Tanda Tingkat: Kuning
Warna Melati: Cokelat. Warna Putik: Kuning.
SISWA adalah sebutan untuk jenjang pendidikan dasar pada Perguruan. Masa pendidikan dan pelatihan (diklat) pada jenjang SISWA ditempuh sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan per tingkat. Evaluasi akhir berupa Ujian Kenaikan Tingkat.
Ketingkatan pada jenjang pendidikan SISWA adalah sebagai berikut:
  1. Siswa Dasar - Polossiswadasar.gif


  2. Siswa Satu - Melati Cokelat Satusiswasatu.gif


  3. Siswa Dua - Melati Cokelat Dua siswadua.gif


  4. Siswa Tiga - Melati Cokelat Tigasiswatiga.gif


  5. Siswa Empat - Melati Cokelat Empatsiswaempat.gif



Jenjang KADER
Warna Dasar Sabuk: Biru
Ukuran: L=8 cm. P=2,5 m.
Warna Dasar Tanda Tingkat: Biru
Warna Melati: Merah. Warna Putik: Kuning. 
KADER, adalah jenjang bagi seseorang yang telah selesai dan dinyatakan lulus menempuh pendidikan dan pembinaan pada jenjang SISWA. Pendidikan dan latihan ditempuh sekurang-kurangnya selama 1 tahun per tingkat.

  1. Kader Dasar - Polos kaderdasar.gif


  2. Kader Muda - Melati Merah Satukadermuda.gif



  3. Kader Madya - Melati Merah Duakadermadya.gif



  4. Kader Kepala - Melati Merah Tigakaderkepala.gif



  5. Kader Utama - Melati Merah Empatkaderutama.gif




Jenjang PENDEKAR
Warna Dasar Sabuk: Hitam
Ukuran: L=8 cm. P=3 m.
Warna Dasar Tanda Tingkat: Merah.
Warna Melati: Hitam. Warna Putik: Kuning
Jenjang PENDEKAR adalah jenjang tertinggi dalam tingkat sabuk di Perguruan TAPAK SUCI. Pembinaan dan Pengembangan Pendekar diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat. Setiap dua tahun sekali, evaluasi akhir dilakukan dalam bentuk Ujian Kenaikan Tingkat.

  1. Pendekar Muda, PMa - Melati Hitam Satu pendekarmuda.gif



  2. Pendekar Madya, PMdy - Melati Hitam Duapendekarmadya.gif



  3. Pendekar Kepala, PKa - Melati Hitam Tigapendekarkepala.gif



  4. Pendekar Utama, PUa - Melati Hitam Empat pendekarutama.gif
  5. Pendekar Besar, PBr - Melati Hitam Lima pendekarbesar.gif




Catatan:
Pendekar KehormatanWarna Dasar pada Tanda Tingkat:Merah.
Warna Melati: Hijau. Warna Putik: Kuning. Selengkapnya...

Sejarah Tapak Suci

 Pra Tapak Suci
Tahun 1872, di Banjarnegara lahir seorang putera dari KH.Syuhada, yang kemudian diberi nama Ibrahim. Ibrahim kecil memiliki karakter yang berani dan tangguh sehingga disegani oleh kawan-kawannya. Ibrahim belajar pencak dan kelak menginjak usia remaja telah menunjukkan ketangkasan pencak silat. Setelah menjadi buronan Belanda, Ibrahim berkelana hingga sampai ke Betawi, dan selanjutnya ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Tanah Suci, menikah dengan puteri KH.Ali. Ibrahim kemudian mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara. Sepulang dari ibadah haji, Ibrahim masih menjadi buronan Belanda, sehingga kemudian berganti nama menjadi KH.Busyro Syuhada. Pondok Pesantren Binorong, berkembang pesat, diantara santri-santrinya antara lain : Achyat adik misan Ibrahim, M. Yasin adik kandung dan Sudirman, yang kelak menjadi Panglima Besar.
Tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik ; A.Dimyati dan M.Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M.Wahib dengan Achyat (kelak berganti nama menjadi H. Burhan), selanjutnya kedua kakak beradik ini mengangkat KH. Busyro sebagai Guru.
KH. Busyro Syuhada kemudian pindah dan menetap di Yogyakarta sehingga aliran Pencak Silat Banjaran, yang pada awalnya dikembangkan melalui Pondok Pesantren Binorong kemudian dikembangkan di Kauman, Yogyakarta. Atas restu Pendekar Besar KH. Busyro, A. Dimyati dan M.Wahib diizinkan untuk membuka perguruan dan menerima murid. Tahun 1925 dibukalah Perguruan Pencak Silat di Kauman, terkenal dengan mana Cikauman. Perguruan Cikauman, dipimpin langsung oleh Pendekar Besar M. Wahib dan Pendekar Besar A. Dimyati.
Tersebutlah M. Syamsuddin, murid Cikauman yang dinyatakan berhasil dan lulus, diizinkan untuk menerima murid dan mendirikan Perguruan Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan seorang Pendekar Muda M. Zahid yang mempunyai seorang murid andalan bernama Moh. Barrie Irsyad.
Pendekar Moh. Barrie Irsyad, sebagai murid angkatan ke-6 yang telah dinyatakan lulus dalam menjalani penggemblengan oleh Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati. Kemudian mendirikan Perguruan KASEGU. Kasegu, merupakan senjata khas yang berlafal Muhammad yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barrie Irsyad.

Kelahiran TAPAK SUCI

Atas desakan murid-murid Perguruan Kasegu kepada Pendekar Moh. Barrie Irsyad, untuk mendirikan satu perguruan yang mengabungkan perguruan yang sejalur (Cikauman, Seranoman dan Kesegu). PERGURUAN TAPAK SUCI berdiri pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Ketua Umum pertama TAPAK SUCI adalah H.Djarnawi Hadikusumo.
Setelah berdiri TAPAK SUCI menerima permintaan untuk membuka cabang di daerah-daerah. Secara otomatis TAPAK SUCI menjadi wadah silaturahmi para pendekar yang berada di lingkungan Muhammadiyah. Pada tahun 1964, ketika itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah diketuai oleh KH.Ahmad Badawi, TAPAK SUCI diterima menjadi organisasi otonom Muhammadiyah. Nama perguruan menjadi TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH, disingkat TAPAK SUCI.
Keluarga I TAPAK SUCI berdiri di Jawa Timur, lalu disusul di Sumatera Selatan, dan Jakarta. Kini TAPAK SUCI telah menyebar ke Singapura, Belanda, Jerman, Austria, dan Mesir. Selengkapnya...

video joko suseno ( Membalik Serangan)

Selengkapnya...

Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH atau disingkat TAPAK SUCI, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). TAPAK SUCI termasuk dalam 10 Perguruan Historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai organisasi. TAPAK SUCI berasas Islam, bersumber pada Al Qur'an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11. TAPAK SUCI berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Motto dari TAPAK SUCI adalah "Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah".
Aliran TAPAK SUCI, adalah keilmuan pencak silat yang berlandaskan Al Islam, bersih dari syirik dan menyesatkan, dengan sikap mental dan gerak langkah yang merupakan tindak tanduk kesucian dan mengutamakan Iman dan Akhlak, serta berakar pada aliran Banjaran-Kauman, yang kemudian dikembangkan dengan metodis dan dinamis.
Perguruan TAPAK SUCI, adalah perguruan yang merupakan peleburan sekaligus kelanjutan dari tiga paguron yang pernah ada sebelumnya, yaitu: Kasegu, Seranoman, dan Kauman, berlandaskan Al Islam dan berjiwa ajaran KH. Ahmad Dahlan, membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, melestarikan budaya bangsa yang luhur dan bermoral, serta mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara.
Organisasi TAPAK SUCI berkiprah sebagai organisasi pencak silat, berinduk kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia, dan dalam bidang dakwah pergerakan TAPAK SUCI merupakan pencetak kader Muhammadiyah.
Pimpinan Pusat TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH berkedudukan di Kauman, Yogyakarta, dan memiliki kantor perwakilan di ibukota negara. Selengkapnya...